Kenapa harga saham harus naik di bulan Desember

By | October 11, 2022
Print Friendly, PDF & Email
168 Views

Bulan desember biasanya kondisi market relatif konstan dari tahun ke tahun mengingat para emiten biasanya tidak membuat kebijakan besar, para asset management juga tidak melakukan perubahan besar dalam portfolio yang dikelolanya.

Lantas Kenapa harga saham harus naik di bulan Desember? ada hal yang menarik di market berupa mempercantik laporan akhir tahun/ window dressing sehingga menjadi salah satu alasan Kenapa harga saham harus naik di bulan Desember 

Kenapa harga saham harus naik di bulan Desember dikarenakan ada beberapa yang berkepentingan yaitu

  • Emiten yang concern akan pergerakan harga sahamnya di market sebagai valuasi perusahaan.
  • Para mutual fund seperti Reksadana dan Asset Management yang kinerjanya dicatat setiap akhir tahun dan akan dijadikan benchmark untuk tahun-tahun selanjutnya.
  • Manajer Investasi yang bonusnya akan dihitung berdasarkan kinerja dana kelolaannya dari awal sampai akhir tahun.

Memanfaatkan fenomena window dressing

Window Dressing bisa kalian gunakan untuk membeli saham yang biasanya di up di Bulan Desember. Tentu strateginya yaitu membeli saham yang bersangkutan sepanjang bulan Desember, menunggu harga saham ini di angkat di akhir tahun dan menjualnya di awal bulan Januari

Kapan sebaiknya beli dan jual saham?

Biasanya effect window Dressing umumnya baru terjadi menjelang penutupan bulan Desember di minggu terakhir (setelah libur natal) atau di 2 minggu terakhir menjelang akhir tahun.


Kinerja di 2 minggu pertama bulan Desember relatif tidak berbeda dengan minggu – minggu lainnya sepanjang tahun

Memilih emiten Window Dressing

Saham Blue Chip lebih cocok pada window dressing karena  memiliki probabilitas kenaikan di bulan Desember yang lebih baik dibandingkan sahamsaham second liner atau gorengan.

See also  Plot Grafik Interaktif

Pada saham blue chip ketika investor ritel masuk umumnya tidak akan menggangu pergerakan para pemain besar  di sini, karena jumlahnya yang relative kecil jika dibanding dengan transaksi saham-saham tersebut secara keseluruhan.

Sebenarnya ada 3 strategi yang bisa kalian telisik yaitu

  • STRATEGI I
    • BUY di awal Desember (harga pembukaan bulan Desember)
    • SELL di awal Januari (harga pembukaan bulan Januari)
  • STRATEGI II
    • BUY pertengahan Desember (harga pembukaan tanggal 19 Desember). Jika pada tahun yang bersangkutan tanggal 19 Desember merupakan hari libur, maka akan dihitung per tanggal 18 Desember, atau setelah tanggal 19 Desember
    • SELL di awal Januari (harga pembukaan bulan Januari)
  • STRATEGI III
    • BUY akhir Desember, setelah libur natal
    • SELL di awal Januari (harga pembukaan bulan Januari)

Langkah selanjutnya kalian bisa melakukan screening saham sesuai dengan aturan diatas dan yang mempunyai peluang tinggi. Misalkan untuk emiten BBCA awal desember biasa saja kemudian naik sampai awal januari artinya kalian menggunakan Strategi I

Berikut disajikan 3 grafik

  1. 2019 untuk desember 2019 sampai dengan januari 2020
  2. 2020 untuk desember 2020 sampai dengan januari 2021
  3. 2021 untuk desember 2021 sampai dengan januari 2022

Berikut grafik untuk emiten yang lain karena tidak melulu harus menggunakan Strategi I atau malah tidak ada pengaruh efek window dressing nya.

Emiten BBRI

Bisa kalian lihat pada grafik berikut bisa beli di pertengahan desember dan jual di januari

Emiten INCO

Hemm.. agak beda dengan INCO, bisa kalian pahami sendiri

Emiten UNTR

Hemm… bisa kalian pelajari sendiri grafiknya

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :