Belajar R-Korelasi linear Pearson

By | January 14, 2021
Print Friendly, PDF & Email
684 Views

Sinopsis

Korelasi Pearson digunakan untuk mengukur hubungan linear yang terjadi diantar dua variabel dengan nilai berkisar -1 sampai dengan +1, jika nilai tersebut mendekat 0 maka terjadi hubungan linear yang lemah. Hubungan linear +1 bersifat berbanding lurus, sebaliknya hubungan linear -1 jika berbanding lurus terbalik.

Nilai korelasi Pearson digunakan untuk menguji sebuah linearitas sebuah data sehingga jika data tersebut mempunyai hubungan yang linear maka akan sangat baik digunakan perhitungan regresi linear. Rumus umum untuk menghitung nilai koefisien linear pearson yaitu

    \[r=\frac{\sum{(X-\bar X)(Y-\bar Y)}}{\sqrt{\sum{(X-\bar{X})^2}}\sqrt{\sum{(Y-\bar Y)}^2}}\]

Contoh perhitungan nilai korelasi Pearson bisa ditulis secara sendiri ataupun menggunakan function yang sudah ada di R yaitu cor. Misalkan kita punya data berikut yang terdiri dari variabel X dan Y

   X  Y
1  3  6
2  4  9
3  6 20
4  7 34
5 12 45
6 30 90

Dengan rumus diatas kalian bisa menghitung nilai r sebagai berikut

bmg<-read.csv('bmg.csv') #baca data 
head(bmg) #tampilkan
pembilang = sum((bmg$X-mean(bmg$X))*(bmg$Y-mean(bmg$Y)))
penyebut = sqrt(sum((bmg$X-mean(bmg$X))^2))*sqrt(sum((bmg$Y-mean(bmg$Y))^2))
r = pembilang/penyebut
print(r)

Hasilnya

0.9773274

Kalian bisa koq menggunakan function di R dengan perintah cor

bmg<-read.csv('bmg.csv') #baca data 
head(bmg) #tampilkan
r = cor(bmg$X,bmg$Y,method='pearson')
print(r)

hasil

0.9773274

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :